Tangerang Selatan, 13 November 2017

Alumni STMKG angkatan 2012, Sugiarto, mengikuti lomba Penelitian Transportasi 2017 yang diselenggarakan oleh KEMENHUB dengan membuat alat yang berjudul Rancangan Monitoring Getaran Gerbong Kereta Arduino. Dengan alat tersebut, dia berhasil mendapatkan juara 1 di tingkat regional(Pontianak,Kalimantan) dan juga juara 3 di tingkat nasional. Fungsi dari alat tersebut yaitu seismologi ukur getaran dimanfaatkan untuk transportasi berupa kereta. Alat tersebut nantinya bertujuan untuk diletakkan di dalam gerbong kereta, dan data yang diperoleh dapat diolah oleh PT KAI itu sendiri

Motivasinya mengikuti lomba tersebut yaitu karena banyaknya kesempatan dan waktu yang tersedia yang ia miliki. Selain itu, STMKG pun selalu ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Alumni yang kini memiliki penempatan di Pusat BMKG juga ingin menjadikan lomba ini sebagai kado berharga sebelum lulus .

Menurutnya, hal yang dilakukan pertama untuk bisa membuat alat sehingga bisa mengikuti berbagai ajang dan lomba baik di tingkat regional maupun nasional tersebut tentunya harus mempunyai ide yang baru dan original, setelah muncul ide tersebut barulah mencari tim yang mau diajak kerja dan kerjasama dengan baik ,selanjutnya meninjau studi pustaka. Hal itu merupakan hal yang pokok dikerjakan sebelum memulai proyek.

Adapun dalam melakukan sesuatu  pasti ada kendala baik itu kendala ringan maupun yang berat. Kendala terbesarnya yaitu karena sedang mengerjakan skripsi dan sangat mungkin banyak waktu tersita ,belum lagi adanya revisi. Terlebih lagi adanya kontes robot dalam perlombaan yang lainnya ,jadi kendala yang paling utama adalah susahnya membagi waktu agar semua pekerjaan  selesai tanpa ada yang terbengkalai, kendala lain yang dihadapi yaitu tim terbatas dan alat belum diuji secara langsung. Solusi dari kendala tersebut yaitu dengan cara pembagian waktu yang tepat dan pemanfaatan sumber yang ada,baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang sudah banyak tersedia di alam

Untuk pendanaan,  memang tidak dibiayai dari pihak kampus, jadi dana tersebut biaya mandiri. Tetapi terbantu karena sudah punya resource sebelumnya yaitu dengan alat alat yang sudah pernah dibuat dari lomba sebelumnya

Jika harus memilih antara kerja tim dan individu kalau yakin dan bisa untuk mengerjakan sendiri lebih memilih sendiri saja tapi jangan pure sendiri juga. Maksudnya,tetap dibantu dari orang lain,contohnya saja dengan melibatkan teman dan junior agar bisa menjadi pelatihan dan juga tentunya pengalaman tersendiri bagi mereka

Sugiarto tidak menyangka jika akan menang,awalnya dia sudah siap kalah. Tapi dia sangat senang dan bersyukur karena sudah menang dan berhasil membuat bangga orang tua dan orang-orang yang ada disekitarnya. Perasaannya sebagai pemenang tentunya senang dan bangga jadi pemenang karena ini juga merupakan event besar.

Hadiah dari lomba itu untuk regional yaitu juara 1 sebesar 5 juta,juara 2 sebesar 3 juta dan juara 3 sebesar 2 juta. Untuk tingkat nasional juara 1 sebesar 50 Juta  , Juara 2 sebesar 30 jut  dan juara 3 sebsesar 20 juta. Seluruh pemenang di tingkat nasional berkesempatan untuk mengikuti studi ke cina tahun depan.

Tips dari beliau yaitu cari peluang ,sering-sering baca referensi,jangan berdiam diri,dan berani ikut berpartisipasi baik dalam kegiatan seminar maupun perlombaan

Pesan beliau untuk ITARSI yang pertama bahwa ITARSI itu dibuat dengan susah payah,buat generasi pelopor itarsi bangga dengan hasil karya kalian dan juga manfaatkan sumberdaya yang ada sehingga bisa  menjadikan ITARSI sebagai jembatan untuk  sukses

Saran nya untuk itarsi yaitu peluang luas apalagi untuk jurusan instrumentasi,berani berkreasi,lebih aktif di itarsi,banyak belajar dan tunjukkan sesuatu yang baru dan inovatif

Trakhir,satu kata dari Sugiarto untuk itarsi ialah bahwa lebih susah mempertahankan prestasi daripada pertama kita meraih prestasi,namun akan lebih mudah jika adanya kerja sama dan kompak antar rekan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *