Senin, 14 Agustus 2017 bertempat di ruang rapat kampus STMKG, diadakan seminar nasional dari National Instrument yang diisi oleh Bapak Krisna Wisnu sebagai Field Application Engineer dari National Instruments Indonesia. Seminar Nasional ini mengangkat tema “National Instruments Academic Platform bidang Akuisisi dan Instrumentasi”. Selain dihadiri oleh Bapak Krisna Wisnu, seminar nasional ini juga dihadiri oleh Bapak Drs. Agus Tri Sutanto, M.Si. selaku Ketua Program Studi Instrumentasi STMKG, serta turut hadir Ketua Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Bapak Suko Prayitno Adi, M.Si. beserta beberapa staf dari kalangan dosen.

Acara diawali dengan pembukaan dari Ketua Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, dilanjutkan dengan foto bersama antara peserta seminar nasional, yang kemudian dilanjutkan dengan seminar dan tanya jawab oleh Bapak Krisna Wisnu dan Bapak Hapsoro Agung Nugroho, M.Si. sebagai moderator. Beberapa hal dari materi seminar yang beliau sampaikan antara lain pengenalan National Instruments dan pengenal produk-produk unggulan National Instruments Academic Platform di bidang akuisisi dan instrumentasi.

National Instruments merupakan perusahaan yang berkiprah dalam industri teknik dan ilmu pengetahuan. Produk software pemrograman grafis dan hardware modular yang mereka tawarkan membantu lebih dari 30.000 perusahaan di dunia untuk menyederhanakan proses pengembangan produk, meningkatkan produktivitas, dan mempersingkat waktu pemasaran.

National Instruments dalam bidang akademik terdiri dari Teaching & Research serta LabVIEW Academy. Software Labview inilah yang menjadi produk unggulan dari National Instruments. LabVIEW (singkatan dari Laboratory Virtual Instrumentation Engineering Workbench) adalah perangkat lunak komputer untuk pemrosesan dan visualisasi data dalam bidang akuisisi data, kendali instrumentasi serta automasi industri. LabVIEW dapat dijalankan pada system operasi Linux Unic, Windows, dan Mac OS X.

Aplikasi LabVIEW sendiri merupakan aplikasi pemrograman akusisian data yang berbasis visual yang menggantikan pemrograman biasa yaitu dengan cara memasukan manual perintah-perintah dasar yang biasanya kita ketikkan ke dalam komputer, dengan memformatnya secaragambar, metodenya hamper sama dengan merangkai suatu komponen. Kita hanya perlu mengambil sejenis tools dalam aplikasi yang dimana dalam tools tersebut kita beri perintah-perintah khusus untuk mengerjakan sesuatu. Kemudian dari tools yang kita buat dihubungkan dengan garis tertentu sehingga tools tersebut salingterhubung. Prosesnya mirip membagi pekerjaan yaitu bagian tools mengerjakan hal tertentu, kemudian hasil dari tools itudilanjutkanoleh tools selanjutnya dan seterusnya.

Kelebihan LabVIEW ialah dapat memrogram tanpa menggunakan bahasa pemrograman seperti biasa, namun dipermudah dengan metode pemrograman akusisinya berbasis visual. Selain itu, kelebihan LabVIEW ialah user-interface pada hasil kerja kita yang dapat didesain sendiri sehingga akan memberi nilai tambah hasil kerja kita dari segi tampilan. Dengan LabVIEW juga dapat menghemat banyak waktu daripada menggunakan pemrograman seperti.

Bapak Krisna Wisnu mengatakan bahwa LabView Academy ini telah memiliki lisensi untuk mahasiswa secara gratis, asalkan digunakan untuk keperluan riset. Selain itu, LabVIEW Academy di National Instruments Indonesia telah bekerja sama dengan 4 universitas di Indonesia sehingga universitas tersebut dapat menggunakan LabVIEW dari National Instruments yang tersertifikasi.

Adapun alat-alat lain yang diperkenalkan pada seminar nasional ini yaitu MyDAQ dan MyRIO. MyDAQ dan MyRIO adalah alat akusisi data dari National instruments. Kedua alat tersebut relatif kecil sehingga mudah untuk dibawa. Kemampuan alat untuk mengambil data mencapai 10.000 kali. Perbedaan antara MyDAQ dan MyRIO terdapat pada koektifitasnya, dimana MyDAQ masih menggunakan kabel, sedangkan MyRIO telah menggunakan teknologi wireless.

 

Setelah pemaparan materi seminar, acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dari peserta kuliah umum, kemudian disusul dengan penutup dan penendatangan sertifikat oleh Bapak Krisna Pandu yang menandakan berakhirnya rangkaian seminar nasional. Dengan diadakannya kuliah umum ini, diharapkan dapat menambah pengetahuan taruna dan taruni khususnya program studi Instrumentasi serta dapat dijadikan sebagai penambah semangat dan motivasi bagi taruna dan taruni untuk terus berkembang dan berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *