BMKG pada tahun 2018 mencanangkan program BMKG 4.0 yang mengusung pemanfaatan Big Data, Artificial Intelligent (AI) dan internet of things (IoT) sebagai salah satu dukungan BMKG untuk program pemerintah menuju Indonesia 4.0. Sejalan dengan hal tersebut, Ikatan Taruna Instrumentasi atau ITARSI STMKG pada Sabtu, 30 Juni 2018 melaksanakan Open Discussion dengan Tema GUI Programming for Weather Measurements”.

GUI atau  Graphical User Interface adalah jenis antarmuka yang menggunakan metode interaksi pada piranti elektronik secara grafis (bukan perintah teks) antara pengguna dan komputer. Contoh penggunaan GUI di BMKG saat ini yaitu pada AWS Center, di mana data yang masih dalam bentuk digital bisa dibuat lebih informatif dan mudah dipahami. Open Discussion yang dilaksanakan di ruang A204 tersebut dibawakan oleh Muhammad Fajar Asshidiqi, taruna jurusan instrumentasi semester V di STMKG yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua ITARSI. “Tema ini sangat penting khususnya bagi taruna jurusan instrumentasi, dan dari beberapa peserta diskusi tadi, ternyata ada senior semester VII yang datang untuk bahan skripsinya, saya berharap semoga peserta Open Discussion bisalah minimal membuat GUI yang informatif, sambil saya juga belajar-belajar lagi”, kata Fajar saat kami temui usai Open Discussion.

Pembuatan Programming for Weather Measurements berbasis GUI tersebut, membutuhkan beberapa software seperti LabView, NI VISA, dan Arduino IDE. Sedangkan untuk hardwarenya,  menggunakan mikrokontroler Arduino Uno, dan DHT11 sebagai sensor suhu dan kelembapan. Pada Open Discussion itu juga dijelaskan bagaimana menggaunakan software Proteus, VSPE dan Hypetermal sebagai alternatif virtual jika tidak memiliki mikrokontroler Arduino Uno dan DHT 11.

Alur kerja dari pembuatan Programming for Weather Measurements berbasis GUI tersebut  cukup sederhana, dimulai dengan membuat GUI di LabView, kemudian membuat programnya di software Arduino IDE, lalu Arduino Uno dan DHT11 disambungkan ke port PC.  Dengan bantuan NI VISA koneksi secara serial dapat dilakukan antara Arduino dengan LabVIEW ,hasil pengukuran dari sensor suhu dan kelembapan DHT11 kemudian bisa dilihat di front panel LabView, baik dalam bentuk grafik, angka, atau dalam bentuk lainnya sesuai yang kita inginkan.

Open discussion ini berlangsung lebih dari tiga jam, hal tersebut dikarenakan beberapa software seperti LabView dan NI VISA yang harus di-install terlebih dahulu, harapannya pada Open Discussion selanjutnya, para peserta sudah meng-install  terlebih dahulu software yang kira-kira dibutuhkan saat Open Discussion. “Tadi cukup lama, karena ternyata masih ada peserta yang belum meng-install software yang kemarin sudah dijarkomkan, jadi kalau bisa sebelum ­Open Discussion itu softwarenya di-install dulu di kosan”. Lanjut Mas Fajar saat kami tanyakan kendala selama ­Open Discussion­ ­tadi.

 Kegiatan seperti ini kedepanya diharapkan bisa rutin dilaksanakan, terutama untuk materi atau tema yang jamnya kurang di kelas atau mungkin tidak ada. “Semoga ITARSI kedepannya lebih bagus, baik itu di administrasinya, sistem organisasinya, serta pengurusnya bisa lebih kompak lagi dan bisa menjadi wadah untuk berprestasi bagi taruna/i jurusan Instrumentasi di STMKG.” Jawab sambil tersenyum ketika kami menanyakan taruna asal Pekalongan tersebut tentang harapannya untuk ITARSI.

 

 Profil Pemateri:

Nama               : Muhammad Fajar Asshdiqi

NPT                 : 42.17.0020

Kelas               : Instrumentasi 5A (2014)

TTL                 : Pekalongan, 2 November 2018

Penempatan     : Pusat Instrumentasi Kalibrasi dan Rekayasa BMKG

Motto Hidup   : “Patuhi orang tua agar hidup bahagia”

 

 

 

 

 

 

________________

 

Penulis:

Agussalim (Instrumentasi A 2016)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *